d’RiseZine Blog

Normalisme Adalah Abnormal (Uncategorized/D’Rise ed#005)

Posted by: shaqi on: Agustus 13, 2008

 Beberapa minggu lalu saya ngobrol dengan sahabat deket saya. Entahlah siapa yang memulai obrolan dan sejak kapan obrolan itu di mulai. Apa yang kita obrolkan adalah “jalan hidup”, dimana saya menjadikan Islam sebagai jalan hidup yang saya perjuangkan dan saya gunakan untuk menekan kekufuran, seperti kekufuran yang sudah di anggap biasa (seperti pacaran, demokrasi, dll). Sahabat saya itupun sebenarnya seorang muslim, namun ia lebih memilih islam yang “Normal”. “Saya mah Normalisme aja”, begitu dia bilang. Normalisme? Oh kawan, apakah normalisme yang engkau maksud adalah bersikap seperti orang kebanyakan, termasuk diam menghadapi kekufuran dan netral, tidak berpihak kepada “si ideologi Islam” dan tidak pula masuk kepada kekufuran? Oh kawan, normlaisme yang engkau maksud itu adalah abnormal. Hidup jaman sekarng susah. Makan pake pajak, mandi bayar, sekolah apalagi, udah gitu penduduknya miskin pula. Orang2 “normal” bilang: rakyat Indonesia itu pada males. Emang ga sepennuhnya salah, tapi apakah wajar jika setengah dari penduduk Indonesia (sekitar 100 juta lebih) miskin semua? Kalo miskinnya karena cacat sehingga ga bisa kerja, atau beberapa gelintir orang yang males sih normal2 aja. Kemana matamu kawan? Lihat tukang becak yang berat mengayuh becaknya di tanjakan, apa dia malas? Lihat tukang delman yang tiap hari mangkal di sisis jalan, apa dia juga malas? Pedagang kaki lima, sopir2 angkot, penjaga sekolah yang rajin begadang, tukang mungutin sampah yang ga juga bersih, apa mereka semua pemalas dan cacat? Lalu kenapa dompet2 mereka tak kunjung tebal? Padahal mereka rajin bekerja, bahkan lebih rajin dari pada manusia2 yang cuman tidur di DPR dan wanita2 pedangdut yang cuman bisa berjoget di depan pria hidung belang? APa kau pikir mereka miskin karena pendidikan mereka rendah? Siapa yang membuat pendidikan mahal, yang membuat anak2 mereka juga berpendidikan rendah (sehingga melestarikan kebodohan)? Belumlagi kekayaan alam kita yang terus2an di sodakohkan habis2an dan uang rakyat yang di korup. Mari kita samakan persepsi, kita tidak miskin tapi di miskinkan. Uuhh, Negara kita menggantung. Buang sajalah politik jika kau muak membicarakannya, mari kita bicara dengan kebudayaan kita. Animisme sudah sejak lama di tinggal mati para kakek nenek yang menganutnya, tapi pada teknologi yang canggih pun kita belum sampai. Siapa orang Indonesia yang pernah menginjak bulan? Nini Anteh? Aww man, itu mah cuman dongeng waktu kita masih ngompol!!! Berhentilah belajar bodoh. Akui saja bahwa teknologi kita masih tertinggal. Indonesia memang sedang berkembang. Tapi berkembang kemana? Apakah tirunnya tingkat pendididkan sampai beberapa tingkat di bawah Malaysia itu adalah perkembangan? Apakah berpakaian setengah telanjang di depan umum itu juga adalah perekembangan moral? Apakah maraknya kasusu mutilasi, pembunuhan, pencurian, pemerkosaaan, dan hal2 sialan lainnya itu semua perkembangan? Pergi kemana budaya timur kita? Indonesia di dominasi orang muslim, tapi kenapa Islam saat ini tidak menjadi rahmatan lil a’lamin? Lalu apa yang berkembang? Oh iya tahayul dan teknologi berhasil di satukan. Komputer jaman sekarng sudah bisa meramal. Tinggal ketik nama sendiri dan nama pasangan, maka hasil ramalan sudah bisa di lihat. Contoh, ketik saja “Monyet Budug” dan pasangannya “Anjing Gila”, maka ramalannya “Cinta anda akan langgeng”. Benar2 kemunduran berpikir. Logika ga jalan. Mari kita ramal lewat HP saja. Ketik REG spasi RAMAL spasi ZODIAK. Eh zodiakmu pa, embe badot apa raja singa? Mau tau zodiac ogut? Pegasus!!! Eit, jangan dulu berhenti sobat. Kita lihat lagi hal2 yang membuat kita muak. Akan ku buka matamu selebar mungkin dalam memandang kenyataan. Agar penyakit patismu sembuh. Kita kan sahabat, takkan ku biarkan sahabatku penyakitan. Liahat sekarang Sukabumi, kota kecil tempat di mana kita hidup. Ada banyak sekali wanita2 berpantat tepos yang memamerkan tali kutangnya. Jangan tertawakan aku. Aku tak bermaksud memperhatikan pantat mereka. Aku tahu mereka tepos karena tiap hari melihat aku melihat pantat mereka yang selalu mereka perlihatkan. Kagak sengaja kelihatan gitu loh!! Ada juga banyak pasangan yang bukan muhrim merayakan kematian seorang pendeta (valentine). Berjalan berpelukan. Berjanji sehidup semati. Sehidup sih iya. Kalo yang satu mati, emang yang satunya lagi mau ikut di kubur? Coba kau Tanya mereka siapa Tuhan mereka? Kebanyakan mereka pasti menjawab, Allah. Lalu kenapa mereka masih saja tidak mau mengikuti perintah tuhannya ? Klao di Tanya soal itu biasanya mereka bikin alesan konyol. Mempererat tali sillaturahmi, motivasi belajarlah, macem2. Berbagai dalih mereka keluarkan untuk membenarkan aktivitas mereka. Lalu kenapa tidak sekalian saja merekamkorupsi dengan dalih untuk naik haji, merampok untuk sodakoh, atau maen sanet untuk membunuh penjahat yang korup? Bukankah hal itu lebih berguna daripada mempererat sillaturahmi dengan pacaran? Rupanya ada banyak sekali manusia2 munaik hidup di dunia ini. Normalkah mereka? Ya sudahlah jika kau muak dengan obrolan ini. Pergi saja dengan penyakit apatismu. Tapi sebagai sahabat aku akan berusaha menyadarkanmu. Aku tahu dalam hati kau mengakui kebenaran yang aku sampaikan. Apatismu membuatmu tidak peduli lingkunagan. Masa depan kita sebagai pemuda terancam hancur oleh penyakit apatis semacam ini. Apa yang akan kau lakukan jika mas adepan yang hancur datang? Sat itukah kau akan enjadi “tidak normal” dan memperjuangkan Islam, atau justru merengek meratapi hancurnya masa depan? Silahkan saja jika kau masih mau menganut ‘Normalismme”mud an netral. Tapi sadarilah setipa jalan memiliki konsekuensi. Allah telah meyediakan surga bagi siapapun yang berjuang di atas jalanNya, neraka bagi siapapun yang membangkangiNya. Kalau kau pilih netral di mana tempatmu nanti? [Traumatic Brain Injury]

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


  • Tidak ada
  • pasukan garis depan: d'rise knpa g terbit lagi..? kami sngat mnantikan mu..
  • DFTYF: TO TOLONGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG, PO PO PO PO CONGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.