Posted by: shaqi on: Agustus 13, 2008
Beberapa minggu lalu saya ngobrol dengan sahabat deket saya. Entahlah siapa yang memulai obrolan dan sejak kapan obrolan itu di mulai. Apa yang kita obrolkan adalah “jalan hidup”, dimana saya menjadikan Islam sebagai jalan hidup yang saya perjuangkan dan saya gunakan untuk menekan kekufuran, seperti kekufuran yang sudah di anggap biasa (seperti pacaran, demokrasi, dll). Sahabat saya itupun sebenarnya seorang muslim, namun ia lebih memilih islam yang “Normal”. “Saya mah Normalisme aja”, begitu dia bilang. Normalisme? Oh kawan, apakah normalisme yang engkau maksud adalah bersikap seperti orang kebanyakan, termasuk diam menghadapi kekufuran dan netral, tidak berpihak kepada “si ideologi Islam” dan tidak pula masuk kepada kekufuran? Oh kawan, normlaisme yang engkau maksud itu adalah abnormal. Hidup jaman sekarng susah. Makan pake pajak, mandi bayar, sekolah apalagi, udah gitu penduduknya miskin pula. Orang2 “normal” bilang: rakyat Indonesia itu pada males. Emang ga sepennuhnya salah, tapi apakah wajar jika setengah dari penduduk Indonesia (sekitar 100 juta lebih) miskin semua? Kalo miskinnya karena cacat sehingga ga bisa kerja, atau beberapa gelintir orang yang males sih normal2 aja. Kemana matamu kawan? Lihat tukang becak yang berat mengayuh becaknya di tanjakan, apa dia malas? Lihat tukang delman yang tiap hari mangkal di sisis jalan, apa dia juga malas? Pedagang kaki lima, sopir2 angkot, penjaga sekolah yang rajin begadang, tukang mungutin sampah yang ga juga bersih, apa mereka semua pemalas dan cacat? Lalu kenapa dompet2 mereka tak kunjung tebal? Padahal mereka rajin bekerja, bahkan lebih rajin dari pada manusia2 yang cuman tidur di DPR dan wanita2 pedangdut yang cuman bisa berjoget di depan pria hidung belang? APa kau pikir mereka miskin karena pendidikan mereka rendah? Siapa yang membuat pendidikan mahal, yang membuat anak2 mereka juga berpendidikan rendah (sehingga melestarikan kebodohan)? Belumlagi kekayaan alam kita yang terus2an di sodakohkan habis2an dan uang rakyat yang di korup. Mari kita samakan persepsi, kita tidak miskin tapi di miskinkan. Uuhh, Negara kita menggantung. Buang sajalah politik jika kau muak membicarakannya, mari kita bicara dengan kebudayaan kita. Animisme sudah sejak lama di tinggal mati para kakek nenek yang menganutnya, tapi pada teknologi yang canggih pun kita belum sampai. Siapa orang Indonesia yang pernah menginjak bulan? Nini Anteh? Aww man, itu mah cuman dongeng waktu kita masih ngompol!!! Berhentilah belajar bodoh. Akui saja bahwa teknologi kita masih tertinggal. Indonesia memang sedang berkembang. Tapi berkembang kemana? Apakah tirunnya tingkat pendididkan sampai beberapa tingkat di bawah Malaysia itu adalah perkembangan? Apakah berpakaian setengah telanjang di depan umum itu juga adalah perekembangan moral? Apakah maraknya kasusu mutilasi, pembunuhan, pencurian, pemerkosaaan, dan hal2 sialan lainnya itu semua perkembangan? Pergi kemana budaya timur kita? Indonesia di dominasi orang muslim, tapi kenapa Islam saat ini tidak menjadi rahmatan lil a’lamin? Lalu apa yang berkembang? Oh iya tahayul dan teknologi berhasil di satukan. Komputer jaman sekarng sudah bisa meramal. Tinggal ketik nama sendiri dan nama pasangan, maka hasil ramalan sudah bisa di lihat. Contoh, ketik saja “Monyet Budug” dan pasangannya “Anjing Gila”, maka ramalannya “Cinta anda akan langgeng”. Benar2 kemunduran berpikir. Logika ga jalan. Mari kita ramal lewat HP saja. Ketik REG spasi RAMAL spasi ZODIAK. Eh zodiakmu pa, embe badot apa raja singa? Mau tau zodiac ogut? Pegasus!!! Eit, jangan dulu berhenti sobat. Kita lihat lagi hal2 yang membuat kita muak. Akan ku buka matamu selebar mungkin dalam memandang kenyataan. Agar penyakit patismu sembuh. Kita kan sahabat, takkan ku biarkan sahabatku penyakitan. Liahat sekarang Sukabumi, kota kecil tempat di mana kita hidup. Ada banyak sekali wanita2 berpantat tepos yang memamerkan tali kutangnya. Jangan tertawakan aku. Aku tak bermaksud memperhatikan pantat mereka. Aku tahu mereka tepos karena tiap hari melihat aku melihat pantat mereka yang selalu mereka perlihatkan. Kagak sengaja kelihatan gitu loh!! Ada juga banyak pasangan yang bukan muhrim merayakan kematian seorang pendeta (valentine). Berjalan berpelukan. Berjanji sehidup semati. Sehidup sih iya. Kalo yang satu mati, emang yang satunya lagi mau ikut di kubur? Coba kau Tanya mereka siapa Tuhan mereka? Kebanyakan mereka pasti menjawab, Allah. Lalu kenapa mereka masih saja tidak mau mengikuti perintah tuhannya ? Klao di Tanya soal itu biasanya mereka bikin alesan konyol. Mempererat tali sillaturahmi, motivasi belajarlah, macem2. Berbagai dalih mereka keluarkan untuk membenarkan aktivitas mereka. Lalu kenapa tidak sekalian saja merekamkorupsi dengan dalih untuk naik haji, merampok untuk sodakoh, atau maen sanet untuk membunuh penjahat yang korup? Bukankah hal itu lebih berguna daripada mempererat sillaturahmi dengan pacaran? Rupanya ada banyak sekali manusia2 munaik hidup di dunia ini. Normalkah mereka? Ya sudahlah jika kau muak dengan obrolan ini. Pergi saja dengan penyakit apatismu. Tapi sebagai sahabat aku akan berusaha menyadarkanmu. Aku tahu dalam hati kau mengakui kebenaran yang aku sampaikan. Apatismu membuatmu tidak peduli lingkunagan. Masa depan kita sebagai pemuda terancam hancur oleh penyakit apatis semacam ini. Apa yang akan kau lakukan jika mas adepan yang hancur datang? Sat itukah kau akan enjadi “tidak normal” dan memperjuangkan Islam, atau justru merengek meratapi hancurnya masa depan? Silahkan saja jika kau masih mau menganut ‘Normalismme”mud an netral. Tapi sadarilah setipa jalan memiliki konsekuensi. Allah telah meyediakan surga bagi siapapun yang berjuang di atas jalanNya, neraka bagi siapapun yang membangkangiNya. Kalau kau pilih netral di mana tempatmu nanti? [Traumatic Brain Injury]
Posted by: shaqi on: Agustus 13, 2008
Raja dangdut adalah nama sejenis penyakit yang gejalanya dalah muka brewokan, rambut kriting, suka pake sarung di selempangin, dan suka ngomong “sungguh terlalu”. Namun sebenarnya jenis penyakit ini ga ada hubungannya sama sekali dengan petualangan pocong kali ini.
Kali ini pocong investigasi di sekolah pocong sendiri. Bukan di sekolah kuntilanak. Sekolah kuntilanak mah di sono noh di atas pohon waru yang selalu doyong. Pocong tidak membelah diri menjadi beberapa tim karena pocong emang cuman sendirian. Pocong penasaran udah seberapa jauh sebenernya pengaruh liberalisme dan hedonisme di sekolah pocong. Apaan lagi tuh Liberalisme dan Hedonisme? Itu nama sejenis penyakit yang kalo orang2 kena penyakit ini mereka akan senengnya sama kebebasan dan nafsu, semacam food, fashion, and fun dan ngga ketinggalan sex. Mari kita ikuti penelusuran pocong.
Rabu, tanggal 20 Februari jam 06.18 WIB pocong udah sampe di sekolah. Emang agak nyubuh karena emang pocong sengaja pengen ngerjain tugas dulu (Jadinya PS [pekerjaan sekolah] bukan PR [pekerjaan rumah]). Sekolah masih sepi, tentu saja karena emang masih pagi. Biasanya kalo udah jam 7 baru penuh sama anak2 sekolahan yang bergentayangan. Pocong berjalan melewati aula sekolah. Tapi kemudian lamat2 pocong liat di sudut aula ada dua orang siswa yang lagi duduk berdua. Yang satu cowok yang satu lagi cewek. Mereka duduk membelakangi pocong. Ynag bikin surprise ternyata pocong liat mereka ga cuman duduk doing. Tapi mereka duduk rapat sambil BERCIUMAN. Ciumannya juga bukan ciuman biasa, tapi French kiss (cari aja artinya sendiri). Pocong agak menyembunyikan diri pocong di balik pilar aula sehingga mereka tidak menyadari kehadiran diri pocong. Baru kali ini pocong liat adegan ciuman sama mata kelapa eh kepala pocong sendiri. Biasanya pocong ngeliat yang begituan di film2 barat. Yang lebih aneh lagi si cewek yang sedang beradegan mesum itu pake kerudung. Kacau bener tuh cewek merusak imej anak2 kerudungan. Analisis pocong sih perbuatan maksiat mereka itu adal perbuatan maksiat yang terencana dan terstruktur. Maksudnya mereka berdua udah janjiandulu nyubuh ke sekolah hanya untuk berciuman. Pocong ga abis pikir.
Kamis, tanggal 21 Februari pocong investigasi lagi. Di salah satu kelas di sekolah pocong, pocong ngeliat anak-anak cewek lagi pada ngeriung khusyuk banget. Sementara anak2 cowok ngejanteng di belakang mereka, ngeliatain. Setelah di selidiki ternyata mereka lagi main kartu. Cowok2 di belakang mereka cengar-cengir ngeliatan. Yang aneh adalah cowok2 pada ngeliatan doank. Yang maen kartu cewek2 semua. Yang lebih aneh adalah ternyata hukuman bagi yang kalah maen kartu bukanlah di lumuri blao biar biru, tapi di suruh membuka kancing seragam satu persatu. Kalo kalah sekali harus buka satu kancing seragam, kalu kalah lagi ya buka lagi. Kalo kalah terus2an masa buka semua kancing? Kacau Banget. Pantesan cowok2 di belakang riungan mereka anteng banget ngeliatin, karena emang ‘ada’ yang di liatin. Permainan model kaya gitu adalah semodel dengan strip poker (gabungan dari kata striptease poker), yaitu main kartu kalu yang kalah hukumannya harus melucuti pakaiannya satu2 sampai nggak berpakaian sama sekali kalu kalah terus. Apa mereka dapet inspirasi maen begituan dari strip poker itu ya? Pocong ga abis pikir dah.
Pocong juga mergokin anak2 cewek lagi pada ngerokok di kantin sekolah pocong. Masa nak cewe ngerokok. Pocong ajja yang cowok takut impotent makanya pocong ngeri banget sama rokok. Ini mah cewek2 pada ngerokok ga takut impoten apa? Bahkan 2 orang siswi kelas 10 di-DO sekolah gara2 kepergok ngerokok sama guru. Kelas 10 loh itu. Masih bau cingur. Pocong yang udah sepuh aja di sekolah itu males cari masalah.
Ini yang lebih dahsyat. Makin bikin pocong penasaran dan nggak abis pikir. Begitu ngliatnya pocong langsung lemes, sedih, marah, kesel, segala perasaan campur aduk. Pocong liat langsung dengan mata kepla sendiri aktivitas penyimpangan seksual sisa2 kaum Sodom dan gomoroh alias homoseks alias gay. Pocong liat tanpa sengaja di suatu tempat, Sayangnya pelakunya adalah temen2 sekolah pocong sendiri. Pocong periiihhh banget. Pocong ngga sanggup laporin detilnya ntar D’RISEr pada muntah lagi, saking jijiknya.
Kalo ngeriung di kelas sambil nonton porno dari HP sih udah biasa ya. Bahkan pelakunya banyak juga anak cewek. Kirain cuman Cowok doang yang suka pornografi. Pocong sedih banget setelah mengetahui itu semua.
Pocong nyadar ternyata pengaruh hedonisme dan liberalisme udah bener2 luar biasa di sekolah pocong. Buat semua D’RISEr jangan sampe terjebak sama kesenangan semu macam gitu. Jangan sampe ya.[]
Posted by: shaqi on: Agustus 13, 2008
Ehm…ehm…Pengumuman, pengumuman, sodara sodari pembaca sekalian, harap menutup mata karena sebentar lagi akan ada orang gila berteriak : “AAAA!!!GUE DIPALAK ORANG BEGO”. Sampaikan simpati anda dengan memberi uang 1 juta, ngirim parcel, atau minimal menjadikan korban sebagai menantu. Sekian pengumumnanya. Terima kasih.
Besoknya temen2 pada nanya: sumpe lho di palak? Kapan? Di mana? Aahh Rieut!! Ogut di palak di belakang Madrasah Yesus (MY). Gang itu emang sepi kaya makam. Di tambah ogut juga jalan sendirian. Sip, saat yang kondusif untuk jadi korban pemalakan. Orang bego itu lagi jongkok. Sebentar kemudian ludeslah uang dan HP kesayangan. Hah? HP yang tulangnya udah ancur itu? Yang casing-nya di bundle pake lakban? Yang batrenya udah ngedrop? Barang antic tuh! Biarin pemiliknya bonyok yang penting Hpnya selamet. Sompret!! Tanggung amat malak HP butut. Yah itulah orang bego yang berani masuk neraka karena malak. Padahal ngerampok mobil aja sekalian. Hei pocong, berani ga kasus pemalakan itu kamu ungkap? Kawan2 sekalian, kalau nanti di palak Hpnya jangan dikasihin, soalnya harga nyawa lebih murah dari harga Hp.
Jadi inget komik Hokuto no Ken (Fist of the North Star, tinju bintang utara). Di sana diceritain, tahun 20XX ada ledakan bom nuklir. Akibatnya ekosistem jadi kacau. Cuaca panas, sawah tandus, sumur kering, orangnya? Ceking! Celakanya pejabat malah nyiksa rakyat. Cewk cakep diculikin dengan dalih menghasilkan keturunan yang baik. Sulitnya bertahan hidup mendorong orang untuk jdi jahat. Banyak warteg dan warkop dirampok. Yang lemah diinjak-injak. Saditis!!
Geblek bener. Ga’ beda jauh sama jaman sekarang. Tukang palak bego itu kaya’nya kelaperan. Abisnya galak sih. Perlu diketahui, orang Indonesia kalo kenyang jado oon,kalo laper jadi galak. Hidup jadi silit. Negeri lumbung padi ini malah ngimpor beras. Di salah satu stasiun TV dikatakan bahwa Indonesia adalah negeri penghasil minyak sawit terbesar di dunia. Tapi minyak goreng kok mahal amat? akibatnya cari makan jadi susah, udah gitu orang2 jadi kelaparan, karena laper kepaksa malak. Kalo harga sembako naek lagi? Cari makan makin susah,makin laper,makin rajin malak.
Kalo saja tukang malak tau kalo malak itu dosa,pasti dia pikir2 lagi buat malak. Begitulah pendidikan sekular bikin jiwa spiritual kering. Ah di PPKN kan dikasih tau bahwa malak itu criminal. Emang,tapi buktinya ada tuh tukang palak. Jangankan om-om, usia sekolah juga ada yang sukanya malak. Ada beberapa penyebabnya. Pertama,tukang palak itu otaknya segede kacang. Kedua, tukang palak suka tidur dikelas. Ketiga,tukang palak nggak pernah makn bangku sekolah!! Salah siapa sekolah mahal hayo?? SMA di Sukabumi sebelah mana yang bayaranya 50ribu?
Udah sabar aja. Udah dipalak, ngapain ngomongin tukang palak lagi? Ini patut diomongin biar pada nyaho’. Pokoknya ini bukan hanya masalah keamanan, ini juga masalah kemiskinan masih ada? Gimana kemiskinan bisa ilang kalo apa2 sekarang sudah susah dan mahal? Gimana apa2 murah kalo negeri ini dipimpin sama orang yang nggak saying sama rakyat? Gimana mau sayang rakyat kalo “sipilis” belum sembuh? Gimana nyembuhin “sipilis” kalo syariat islam nggak dipake? Tegakkan syariat islam kalo nggak mau di palak.
Sini adik2ku, kaka kasi tau. Gimana caranya menegakkan syariat islam? Caranya psst. . . ppssstt (bisik2).
Yap, benar. Dakwahkan isalm. Dakwahkan meski hanya satu ayat. Jangan gentar dibilang orang munafik, karena orang yang tau perintah tuhan enggan melaksanakan itulah yang lebih munafik. Jangan takut disebut sok ustad, karena mereka yang muslim tapi kelakuannya nggak islami,mereka itulah yang sok kafir. Jangan takut disebut fanatic, karena orang yang beriman harus masuk islam secara total. Islam ada karna dakwah,Karena itu cepetan. . . jangan nunggu dipalak dulu.
[Traumatic Brain Injury]
Posted by: shaqi on: Agustus 13, 2008
Ketika saya bicara tentang cinta, maka saya merasa kepala saya pusing 8 keliling (biasanya guru olahraga saya nyuruh lari 8 keliling di lapang merdeka, dan itu sudah cukup membuat saya pusing dan ngos-ngosan). Cinta terlalu ambigu dan bias untuk ditafsirkan. Setidaknya begitulah pandangan saya tentang cinta dan pasti kawan kawan pun punya pandangan sendiri tentang cinta di benak kawan-kawan. Maka saya ingin bicara tentang segala makna cinta yang ada di dalam pandangan kita.
Untuk membuktikan cintanya, si cecep minta kepada si kokom untuk ML dengan nya di kamar kosan. Kalau kokom cinta ma cecep mau gak kokom menyerahkan suatu hal yang paling berharga buat perempuan: keperawanan? Akhirnya kokom menyanggupi. Karena dia cinta pada cecep, maka dia biarkan cecep berbuat “semaunya’ pada dirinya. Itulah cinta dalam pandangan Kokom dan Cecep.
Tapi dalam pandangan saya itu semua penipuan, bukan cinta. Kokom harus mau di gerayangi oleh Cecep untuk membuktikan cintanya, lalu apa yang harus dilakukan oleh Cecep untuk membuktikan hal yang sama? Setelah melakukan “itu” tak ada yang bisa menjamin Cecep tidak akan memutuskan hubungan cintanya dengan Kokom. Apalagi kalau sampai terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, hamil mislanya, siapa yang bisa menjamin bahwa Ceccep tidak akan kabur begitu saja? Pandangan saya masuk akal ga?
Seorang bapak memberi makan anaknya dengan uang hasil jualan kupon togel atau jual gele. Dia melakukan itu untuk memenuhi kebutuhan dan mensejahterakan keluarganya. Semua itu karena dorongan cinta. Begitulah cinta dalam pandangan si bapak itu. Namun dalam pandangan saya itu bukan cinta. Dengan berbuat seperti itu si bapak hanya akan membuat kesejahteraan semu, yang pada suatu hari akan meledak menjadi bencana. Walau terus2an bisa meloloskan diri, siapa yang bisa menjamin si bapak tak akan di ringkus polisi pada suatu hari? Klau si bapak di ringkus polisi siapa yang akan menanggung kesejahteraan keluarganya? Artinya dengan melakukan itu si bapak sedang mempersiapkan kesengsaraan keluarganya sendiri dalam jangka waktu yang lebih panjang. Apalagi dengan melakukan itu dia hanya akan memberi nafkah yang tidak baik yang hanya akan berbuah berbagai macam bencana bagi keluarganya baik di dunia maupun di akhirat.
Cinta seperti apa lagi? Oke! Karena dorongan cinta orang tua memberikan semua keinginan anaknya. Semuanya.!! Mereka memanjakan anaknya dengan harta. Tak pernah menolak sekalipun keinginan anaknya. Kata mereka itu adalah sebuah dorongan cinta yang sebenarnya. Kalu menurut saya itu bukan cinta. Karena kalu orang tua terus2an melakukan hal itu maka orang tua tak ubahnya seperti tas ajaibnya Dora the Explorer yang bisa mengeluarkan apa saja. Sehingga anak tidak mengetahui bagaimana caranya bersikap terhadap ketidakadaan. Karena boleh jadi suatu hari hidup akan berubah dari berpunya menjadi tidak berpunya. Dan orang tua harus mendidik anaknya dengan tidak selalu memberikan apa keinginan anaknya, agar mereka mengerti dan tau bagaimana caranya bersabar terhadap ketidakadaan.
Cinta sungguh memusingkan. Sekarang saya akan bercerita tentang cinta di benak saya.
Cinta adalah pengabdian. Pengabdian yang sangat mendalam. Kesimpulan itu saya dapat begitu lama, setelah saya makan asin dan pahitnya air kehidupan. Setelah saya merasakan bentuk cinta dalam segala rupanya. Setelah saya mendapatkan pengalaman saat saya masih muda dulu (padahal saya belum tua-tua banget sih, baru punya kepala dua).
Tuhan yang maha agung: Allah SWT berkata dalam ktab-Nya yang Mulia : “Kalau kau mencintai Allah, maka ikutilah aku (maksudnya Rasul). Maka allah akan mencintai dan mengampuni dosa2 mu” (pokonya surat Al-Imran, ayatnya cari sendiri hayo). Realitas absolute adalah Allah SWT. Maka kemudian saya berpandangan, sebuah cinta (kepada siapapun) adalah harus berada dalam kecintaan kepada Allah sekaligus utusanNya(Rasulullah). Cinta adalah saat mengikuti dan mengabdi kepada Allah dan RasulNya (seperti ayat itu). Bukan cinta namanya, kalu tidak dalam rangka mengikuti dan mengabdi kepada Allah SWT dan RasulNya. Cinta yang sebenarnya adalah dalam kecintaan , ketaaatan, pengabdian kepada Allah dan Rasulnya. Cinta kepada sahabat adalah karena Allah memerintahkan kita untuk mencintai orang tua. Allah pun mengajari kita tentang bagaimana teknis mencintai orang tua. Mencintai seorang perempuan pun harus dilakukan dalam ketaatan kepada Allah dan RasulNya. Karena dalam mencintai perempuan dalam ketaatan kepada Allah dan RasulNya itulah, kita akan benar2 mencintai perempuan pujaan hati kita. Bukan cinta namanya kalu di ajarkan di luar cara yang sudah di ajarkan Allah dan RasulNya. Maka taatlah kepada aturan Allah dan RasulNya. Abdikan diri pada syariatNya.
Begitulah cinta dalam pandangan saya. Begitulah cinta dalam pandangan Islam. Kawan-kawan ikut sajalah, daripada pusing 8 keliling mikirin Cinta.!!! [Namikaze Minato]
Posted by: shaqi on: Agustus 13, 2008
Starring : -Pocong -Co Mesum -Ce Mesum
Bulan Mei 2008. Di Sukabumi pada bulan itu sedang diadakan sebuah acara perpisahan SMA ternama. Acaranya meriah bintang tamunya mantep, yang sampe2 sekolah itu harus mengeluarkan bajet yang sangat luar biasa mahalnya, sekian puluh juta untuk memanggil bintang tamu itu (sebuah band). Coba kalo misalnya dana itu di sumbangkan untuk orang2 fakir dan miskin dan juga orang2 yang memang membutuhkan, pasti lebih bermanfaat dan sangat menolongnya, apalagi dengan di naikkanya harga BBM oleh pemerintah Indonesia yang br*ng**k ini. Ada seorang guru yang mengajar di sekolah itu, trus pocong Tanya sama guru itu, “Pak teu ningali pensi??” terus kata guru itu “HARAM”. Lah kenapa pak?? “karena itu akibatnya membawa kita pada keharaman, contohnya bapak banyak melihat siswa yang pada di tindik telinganya (laki2), di lidahnya, di bawah bibirnya. Jadi bapak kaya makan buah simalakama (istilahnya: Dimakan ibu mati, gak di makan bapak mati) karena bapak sendiri yang jadi pemimpin pelaksana acara itu. “ternyata setelah pocong telusuri bahwa Bapak yang pocong ajak bicara itu mempunyai jabatan penting di SMA itu, yang posisinya sebagai Wakasek. Tapi kali ini pocong gak mau membahas lebih dalam lagi tentang pensi di SMA itu, tapi hal yang laen, yang membuat hati pocong meleduk untuk memukulnya. Beberapa saat kemudian pocong shalat Ashar di mesjid agung dengan temen2 pocong . Karena waktu itu sudah menunjukan jam setengah lima sore, ya akhirnya pocong dan temen2 pulang. Nah dalam keadaan pengen pulang ini, pocong ngeliat ada yang ganjil di taman alun2, tepat yang berada di hadapan mesjid agung itu. Apakah itu? Ada laki2 dan perempuan berkerudung lagi pangku2an di bawah pohon, dan pocong yakin sekali bahwa mereka itu bukan muhrimnya, karena si laki2 memakai celana SMA. Pocong sengaja aja ambil foto mereka yang lagi asik ngelakuin maksiat itu pake hp temen pocong (Hp pocong ga ada kameranya, jadul banget). Rencananya emng buat di muat di D’RISE. Setelah mengambil sekian banyak gambar mesum mereka, akhirnya mereka sadar akan keberadaan pocong dan temen2 pocong, dan akhirnya pasangan mesum itu pergi. Pocong kira udah beres masalah pangku2an itu, eh ternyata setelah pocong melangkah beberapa langkah, ternyataa pasangan mesum itu tidak lagi pangku2an tetapi melakukan hal yang lebih dari itu. Pasangan mesum itu CIUMAN (sekaligus berangkulan) sambil berdiri di tengah taman itu, sambil di liatin banyak orang, inget perempuan yang ciuman itu pake kerudung. Model ciumannya juga cibuy (Ciuman bunyi, semodel french kiss gitu). Akhirnya pocong buru lagi. Pocong foto2 lagi pasangan mesum itu yang lagi asik ngelakuin maksiat di tengah taman itu dan di liatain banyak orang. Eh ternyata pasangan mesum itu sadar lagi akan keberadaan pocong dan temen2 pocong (karena pocong ambil gambarnya terus pake hp kamera temen pocong), akhirnya dia pergi. Tapi masih pocong uber, karena pocong tau pasti mereka bakalan ngelakuin ciuman itu lagi yang sempet terganggu karena kehadiran pocong dan temen2 pocong (kaya detektif). Setelah pocong kejar sambil sembunyi2, ternyata apa yang pocong kira itu benar . Pasangan mesum itu balik lagi ke tempat pertama dia pangku2an (di bawah pohon), dan melakukan ciuman setan itu lagi. Pocong foto lagi aja (buat rubric gotcha) biar banyak, buat referensi pocong bahwa perempuan SMA bahkan SMP udah pada liar. Tadinya pocong ga percaya, tapi setelah melihat kejadian yang kaya begitu, di depan umum dan juga secata live (kaya di sinetron) pocong jadi percaya bahwa anak perempuan yang masih berstatus pelajar atau siwa sebuah SMA bahkan SMP udah jarang yang masih perawan, dan itu terjadi di kota tercinta Sukabumi. Keperawanan harganya sangat murah, cukup dengan bermodal suka sama perempuan lalu ‘nembak’ , perempuannya nerima, maka dia bisa melakukan mesum dengan perempuan itu kapan aja dia mau tanpa harus bayar hanya dengan bermodal cinta (konteks pacaran). Sering bahkan banyak yang hamil di luar nikah, di kota Sukabumi ini. Alhamdulillah pocong di berikan oleh Allah SWT untuk melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Akhirnya pocong lari ketempat pasangan mesum yang lagi ciuman itu, langsung pocong teriakin “Woi ngapain lo?? (sambil masang muka garang) . “Ciuman di tempat kaya gini?? Tau malu gak lo?? Goblok lo,,…. Lo mikir gak??itu hukumnya haram”. Karena pocong lagi emosi langsung aja pocong kasih bogem mentah ke bibir si laki2 mesum itu “desiggg…” darah segar langsung menetes di bibirnya tanpa henti, tangan pocong pun ikut berdarah setelah memukul laki2 mesum berseragam SMA itu (kaya di film2). “Lo muslim bukan?? Ciuman di tempat kaya gini, lo juga cewek goblog, cewek tolol, itu haram hukumnya, lo cewek pake kerudung doank lo apa gak malu lo??? Gak tau diri..murahan”. Setelah pocong maki2 kayak gitu ke pasangan mesum itu, si perempuan berkerudung itu langsung pergi ninggalin pocong dan pasangannya itu. Ketauan banget itu perempuan bukan tipe orang yang setia, karena pasangannya di pukulin orang eh dia malah mampret sendirian gak membela pasangan mesumnya itu. Si laki2 yang pocong tonjok itu pergi ninggalin pocong sambil bilang “maaf bang..maaf bang” emangnya pocong abang becak? Pocong bener2 emosi ngeliat yg begituan. Kelewatan banget. Akhirnya pocong dan temen2 pocong meninggalkan dia dengan hati senang karena telah melakukan Amar Ma’ru Nahi Munkar termasuk telah nonjok orang ampe berdarah, itukan cita2 pocong selain ingin menghancurkan system kufur di negeri kita ini pocong juga pengen nonjok orang yang kaya gitu (biar kaya super hero). Dan alhamdulillah satu cita2 pocong udah kesampean, tinggal yang satu lagi belom kesampean yaitu menghancurkan system kufur ini. Pocong nggak ngerti, sebenernya waktu itu ada banyak orang yang liat adegan mesum dua sejoli haram itu, tapi nggak ada satu orang pun yang memperingatkan atau mencegah. Pocong nggak ngerti apa yang ada di otak semua orang itu. Padahal yang melakukan perbuatan haram itu hanya seorang anak SMA ingusan yang mungkin terinspirasi film2 barat yang kemaren ini dia tonton. Karena itulah pocong tindak tegas. Pocong ngeri kalo ngga ada yang berani menindak tegas apa mau di azab ini yang namanya kota Sukabumi sama Allah karena sudah tidak ada lagi yang mau mencegah kemaksiatan?? Ingat pocong selalu ada di mana2 dan siap untuk menegur apa yang D’RISEr lakukan, jika yang D’RISEr lakukan itu salah. Dan juga pocong siap untuk menonjok D’Riser, jika memang harus di tonjok. Tinggalkan maksiatmu di manapun dan kapanpun, ada Allah yang selalu melihat. []
Posted by: shaqi on: Agustus 13, 2008
Anak kecil itu bernama Fadli. Di rubric baru D’RISE ini dia bakal ngalangkung dan mencoba berbagi apa yang di milikinya dengan D’RISER yang terhormat. Oya sebelumnya bakal di jelaskan dulu rubric baru D’RISE ini. Rubrik ini khusus mengkupas jalan hidup dan pengalaman seorang tokoh yang masih hidup dan ada di alam nyata, bukan di alam khayalan. Dengan rubric ini juga pengen kita kenalin sodara kembarnya si pocong, yaitu si tuyul. Si Tuyul inilah yang menangani rubric I am ini. Kemarin si tuyul baru ngelamar kerja ma si pocong, makanya si tuyul langsung di masukin ajah ke squad wartawan D’RISE. Si pocong mau nerima si Tuyul kerja di D’RISE karena si Tuyul rela kerja di D’DRISE nggak di bayar (kerja bakti gitu), biarlah Allah yang bayar, kata si tuyul (fiktif). Lagian si tuyul makan angin juga kenyang. Kalo makan angin di suruh bayar, baru tuyul minta bayaran ke si pocong (lagi2 fiktif). Semoga dengan adanya rubric ini kita semua bisa menjalani hidup dengan lebih bijaksana. Karena kebijaksanaan akan lahir dari sebuah proses kehidupan. Karena itulah kita harus terus mempelajari berbagai sisi dari berbagai proses kehidupan dari banyak pengalaman orang. Semoga dari pengalaman2 itu kita banyak mengambil pelajaran.
Pertemuan Tuyul dengan fadli terjadi tanpa sengaja. Malam minggu tuyul ikutan sebuah acara mabit (nginep di masjid untuk belajar Islam) yang diselenggarakan di sebuah mesjid tak jauh dari lapdek. Karena tuyul datang lebih awal, maka tuyul maen2 dulu ke lapdek. Hari sudah lumayan malam sekitar jam7. Saat tuyul memasuki lapdek dari arah tangga yang di seberang gedung juang tuyul langsung teringat dengan petualangan sodara kembar tuyul di X Mission pertama kali edisi dua. Waktu itu isinya meriksa malam mingguan di Lapdek dan beberapa kawasan di Sukabumi. Saat itu juga tuyul liat lapdek rame seperti malam2 minggu kebanyakan. Tuyul menuruni anak tangga dan langsung menyatu dengan aroma syahwat yang hangseur. Di kanan kiri tuyul liat cewe2 seksi dan pasangan haram yang pada pacaran. Perut tuyul rada keroncongan. Akhirnya tuyul nyari gorengan di sana untuk meredam demo cacing di perut tuyul. Beli gorengan rada banyak: enam rebueun. Melengganglah tuyul dengan sekantong gorengan kearah aula yang ada di dekat tiang bendera di samping GOR. Di undakan tangganya tuyul ada segerombolan pengendara motor yang mahir berakrobat.
Tuyul asyik ngunyem2 gorengan sambil mengedarkan pandangan. Awalnya tuyul ngga terlalu merhatiin, mendekatlah seorang anak kecil berkaos merah, menenteng sebuah kait besi dan memanggul sebuah karung besar yang isi nya baru setengah. Tuyul duduk di anak tangga teratas. Di sebelah tangga itu ada sebuah tong sampah. Anak itu memeriksa isi tong sampah itu, sayangnya dia tak menemukan apapun yang di carinya. Tuyul masih ngga terlalu peduli, tapi kemudian tuyul liat anak itu duduk di anak tangga yang paling bawah. Tuyul liat sepertinya dia lelah sekali. Tuyul mengambil sepotong gorengan dan mencolek anak itu dari belakang.
“Eh mau gorengan ga?’. Anak itu mengambil gorengan tuyul dalam diam. Insting wartawan tuyul langsung bangkit. Tuyul jadi berhasrat untuk wawancara tu anak. Akhirnya tuyul turun dari anak tangga yang sedang tuyul duduki dan pindah duduk ke sebelah anak itu. Ini dia ngalangkungnya.
“Nama Kamu Siapa?”, Tuyul memulai; “fadli”; ekspresinya kosong. “ Kamu ga takut jalan2 malam kaya gini?”; “Nggak”; “Rumah kamu di mana?”; “Di babakan bandung a”; “Deket apa jauh?”, tuyul belom pernah denger ada daerah namanya Babakan Bandung. Tau di sebelah mananya Bandung tuh ; “Deket, a” ; “Kamu masih sekolah?”; “Masih”; “Kelas berapa?”; “kelas enam”; “Kerja sampe malem gini ibu kamu ga nyariin?; “Nggak apa2”; “Kamu tidur di mana?”; “Di gedung Juang”; “Nggak apa2 tidur di situ?; “Nggak”; “Trus kamu ga pulang”; “Pulang’; “Kapan?”; “Dua hari sekali”; di situ tuyul rada bingung, berarti di kayanya ga sekolah tuh. Lha wong pulangnya aja 2 hari sekali; “Bapak kamu kerja apa?”; “Bapak udah meninggal”; waduh tuyul langsung trenyuh nih pas bagian ini, ternyata tuyul berada bersama anak yatim . Salah satu pihak yang kata nabi wajib di santuni; “Ibu kamu kerja apa?”; “Nggak kerja”; “Kamu punya sodara yang deket sama kamu?”; “Nggak punya”; “kamu punya adik atau kakak?”; “Punya adik satu”; “Namanya siapa?”; “Nur”; “Kelas berapa?”; “Kelas satu”; “Kamu kerja kaya gini di jualnya kemana?’; “Ke si Edi”; (Sori banget ya buat yang namanya Edi. Abisnya si Fadli bilang gitu sih); “Suka dapet berapa?’; “30.000”;; Emang sekilo berapa?; “Kalo aqua gelas sekilo 3.000”; tuyul bingung perlu aqua gelas berapa karung biar jadi sekilo?; “duit segitu cukup ga buat makan kamu, ibu, ma adikmu?”; “Cukup”; “Kamu kerja ampe malam gini suka di palak ga?”; “Nggak”; “kalo tidur di gedung juang suka di usir gitu ga?”; “Nggak”; “Kalo sekarang mau pulang atau mau ke gedung juang?”; “Mau ke gedung juang?”; padahal waktu itu si Fadli tuyul liat cuman pake kaos oblong tipis warna merah dan celana sontog. Tuyul nggak ngerti gimana caranya dia ngelawan dinginnya malam di gedung juang. Bener2 gagah perkasa. Tuyul agak lama tertegun dan diam di sebelah Fadli. Apa yang tuyul bisa lakukan buat Fadli? Apa yang tuyul punya? Buat nerbitin D’RISE aja kata si pocong mpot2an, jadinya ga bisa ngegaji tuyul. Tapi tuyul masih punya sesuatu yang sangat berharga yaitu pesan. Tuyul berpesan pada Fadli: “Hati2 yah jangan sampe pake narkoba”. Fadli bilang: “Makasih, a”
Wawancara tuyul akhiri dengan pesan itu karena waktu mabit dah deket. Moga kita semua bisa mengambil pelajaran berharga dari si Fadli. Sebuah pelajaran bahwa ternyata masih banyak orang yang lebih sengsara dari kita, tapi masih menghadapi hidup dengan kuat dan gigih. Namun sampai kapan tubuh mungil Fadli harus menanggung kesusahan hidup itu? Sampai mati? Betapa merana hidup di negeri ini. Dan generasi islam wajib menanggung kewajiban itu. Kewajiban untuk menggulirkan sebuah perubahan total dengan ideology Islam . Agar fadli tak terus menjadi elegi. []
Posted by: shaqi on: Agustus 13, 2008
Tengah malam, Musik pengiring : My Bonie (Pancaran Sinar Petromak) “..Oh bring bek mai boni tu mi!!!” mengalun indah.
Ternyata jadi seorang pengangguran itu sangat membosankan. Paling menghabiskan waktu dengan tidur siang, main game atau nonton TV. Bayangkan betapa membosankannya hari-hari kalian bila hanya melihat monitor dan di suguhi tontonan darah, pembunuhan, bualan, kisah2 perselingkuhan cinta segi tiga, kontes2 busuk, lagu2 cengeng dan lawakan2 yang garing. Saya ingin bergerak! Menggergaji, memukul, mencoret, membuat sebuah Masterpiece kemudian menghancurkannya. Apa saja yang bisa mengusir kebosanan. Berkarya!!! Aku ingin berkarya!!! Sebuah karya monumental!!! Tapi perhatian saya teralihkan…
“SBY-JK MANA JANJIMU!?” itu sebuah tulisan demonstran yang saya lihat di TV. Ada juga yang lain “BBM NAIK RAKYAT LAPAR!”. Sang penguasa negeri berdusta. Kemudian anak2 pengamen yang sedang di gusur di pertontonkan. Tak ketinggalan harga sembako naik sampai 70%. Dan segala kegilaan lain yang membuat kehidupan makin berat. Kesalahan yang di ulang2. Pemimpin dan pejabat tak mau belajar dari pengalaman. Solusi yang di tawarkan di acara-acara debat maupun parodi politik di TV tak ada yang benar2 mampu menyelesaikan masalah. Begitu pula buku2 politik, isinya tak mampu beri solusi. Orang2 tua sibuk mencari uang (sambil mencuci tangan?). Mereka berjuang mempertahankan hidup. Sementara yang muda bersenang-senang. Mabuk, menipu, membolos, memalak, pacaran, bergaya sok kaya, sok pinter dan semua sampah2 peradaban. Hanya beberapa gelintir yang berjuang. Berteriak-teriak dan seruan mereka di acuhkan.
Ini dia omong kosong demokrasi. Ide khayalan yang amat di agung-agungkan di paksa menjadi system kehidupan. Mati2an di bela, bahkan oleh mereka yang tertindas. Jika demokrasi bener2 sistem yang mampu mensejahterakan kenapa masih ada orang yang berpanas-panasan demonstrasi meminta harga BBm turun? Bukankan seharusnya mereka berleha-leha tidur siang karena kekenyangan? Masih proses? Indonesia sudah merdeka setengah abad lebih oy! Fakta sudah membuktikan. “Konsep Tolol Ekonomi…jelata gigit jari”, Begitu purgatory (sebuah band) berteriak-teriak dalam lagunya. Dan fenomena lain seperti di gusurnya para gelandangan dan pengamen tanpa di beri modal untuk bertahan hidup adalah pembunuhan secara perlahan. Kekonyolan seperti kewajiban belajar 9 tahun tetapi dengan biaya mahal dan system pendidikan yang aneh adalah pemerasan dan pembodohan. Pendidikan gratis? Kapan? Ada punglinya (Pungutan Liar) nggak? Guru masih kurang gaji pasti cari “tambahan penghasilan”. Kesehatan? Mahal nian..Orang miskin di larang sakit! Konversi minyak ke gas? Kompor gasnya ternyata banyak yang rusak! Mana bisa orang masak pake kompor rusak? Solusi BLT Plus (Bantuan Langsung Tunai) apa gunanya? Plus-nya plus ngantri berjam-jam sampe sekarat. Rawan korupsi!!! Lagi pula uang 100.000 apakah seimbang dengan harga sembako dan minyak yang “sangat murah”? RASKIN pun kenyataanya banyak di gelapkan. (Coba deh baca Koran yang agak lamaan, banyak berita kayak gini. Klo mau yang anget ntar Koran bekas bungkus martabak). Dua solusi itu tidak pernah tepat sasasran. Lha data penduduk miskinnya aja ngga akurat. Klaupun sesuai target pasti akan membuat rakyat bergantung pada BLT dan RASKIN. Saya pikir lebih baik dana BLT dan RASKIN di berikan sebagai modal rakyat untuk bekerja. Walaupun tidak menjamin kemakmuran setidaknya itu lebih baik. Anda kreatif? Silahkan tambah daftar penderitaan rakyat. Demokrasi udah ngasih rakyat apa? Hadiah kelaparan?
Ada suatu kasus tentang kematian seorang kakek di suatu desa. Si kakek meninggal secara normal, karena umur yang tua dan penyakit yang parah. Berobat sudah kesana kemari. Namun semua usahanya tak mampu menahan malaikat maut untuk menangguhkan kematiannya. Keanehan justru terjadi ketika jenazah si kakek akan di masukan ke liang lahat. Ketika tali pocong di buka, si mayat kakek berteriak senang, “Eh ketemu lagi!!!”. Kejadian setelah itu kurang jelas sebab nara sumbernya gak bisa di percaya. (Ngacapruk ieu mah).
Yang Ini asli… di suatu daerah beberapa kelompok manusia bahkan mulai berpindah mengkonsumsi singkong dari pada beli beras. Harga singkong masih murah, selembar goceng bisa dapet tiga kilo singkong. Kalo belinya beras cuman sekilo. Itu kata seorang pembeli yang di wawancarai di sebuah Koran. Itu hadiah demokrasi, memaksa rakyat untuk lebih berhemat agar bisa bertahan hidup. Hemat terus mah jadi pelit ama diri sendiri dong. Masa nanti2 hematnya sampe makan sekali sehari sepiring berdua? Kurang gizi dech. Masa badan sendiri gak di kasih gizi? Nutrisi untuk otak? Nomer seribu! Oon gak apa apa yang penting perut kenyang dulu. Tau gak cara khalifah Umar mengatasi krisis tempo doeloe? Khalifah berhenti makan daging ama keju. Tiap hari cuman makan roti kering sama zaitun. Sampai perutnya keroncongan dan sang Khalifah benar2 merasakan penderitaan rakyat. Selain itu beliau menghimbau rakyatnya untuk berhemat. Gak boleh ada perjamuan yang menyuguhkan kombinasi daging dan keju. Menghimbau rakyatnya untuk berinfak. Kas Negara di kasih buat yang bener2 krisis. Tak lupa menyuruh rakyatnya bertobat dan berdoa agar krisis cepat selesai. Akhirnya krisis di lalui. Wakl rakyat yang di pilih dengan demokrasi? Tak pernah saya dengar atau baca ada pejabat Negara seperti itu. Bahkan tokoh2 parpol yang giat mengkritik kondisi Negara. Padahal trik seperti itu bisa di pake kampanye.
Terkait dengan mahalnya BBM, tentu memaksa rakyat untuk hemat juga. Penggunaan kendaraan bermotor semakin berkurang. Asyiik Global Warming sedikit teratasi!!! Saatnya naik sepeda ke sekolah, ke pasar dan ke mana-mana! Tapi harga barang masih mahal cing. Inget kasus pemalakan di D’RISE edeisi tujuh kemarin? Awas aya begal.. itu kemungkinan awal. Kemungkinan lainnya, jalanan bakal penuh paku, soalnya tukang tambal ban sepeda perlu duit juga. Udah gitu, biaya nambal ban seharga dengan satu liter bensin (waks!parah amat!). Kas Negara pun menipis karena berbagai hal. Inget, pemasukan kas terbesar negeri kita ini adalah pajak.Maka sepeda pun pake pajak. Nggak lupa, yang naik sepeda wajib pake helm, punya SIM, dan pake sabuk pengaman. Yang ga pake kena tilang. Ujungnya nyikreuhlah(artinya kira2 jalan kaki) rakyat Indonesia. Nyikreuh yang saat ini adalah my way akan jadi your way. Yes, nyikreuh is our way…
Saya jadi inget filosofi tangan (sebut aja gitu) yang saya dengar dari seorang punakawan berkulit hitam. Katanya kalu kita mengacungkan jari telunjuk menuduh orang lain, sebenarnya jari yang lain justru menuduh diri sendiri. Dari tadi saya bicarakan ide2 dan solusi orang lain. Saya bosan dan tentu kalian pun pasti muak. Kita perlu solusi baru! Bagaimana kalu Negara ini kita bubarkan saja? Seperti kata guru saya, ganti nama negaranya, ganti pemimpinnya, ganti pejabatnya, pokonya ganti semuanya!!! Hehehe tidak seperti itu kok. Revolusi, Revolusi dengan system Islam. Revolusi yang tidak berdarah. Seperti yang telah terjadi pada Islam ketika Negara Islam pertama kali terbentuk di Madinah. Dengan kehidupan rakyat yang makmur. Bahkan 12 abad khilafah (Negara Islam) berdiri kasus pencurian hanya 200 kasus. Saking makmurnya! Ini bukan teori, bukan khayalan, Islam telah berhasil di terapkan di masa lalu dan pasti kesuksesan itu akan terulang. Bila seluruh umat mengerti akan pentingnya Syariah Islam, maka apa yang akan menghalangi revolusi damai?
Nah kembali dengan demokrasi. Kedaulatan di tangan rakyat cuman retorika. Dengan realita seperti ini semua kebohongan harus di akhiri. Pecat saja langsung pemimpin dan pejabat2nya. Bukankah yang mengangkat mereka itu kalian, hai rakyat!? Bukankan kalian itu berkuasa? Akhiri penipuan besar2an ini! Mari hancurkan Demokrasi!!! Jangan sampai demokrasi membuat nyikreuh menjadi our way!!
DOWN DOWN KUFR, RISE RISE ISLAM!!!
[Traumatic Brain Injury]
Posted by: shaqi on: Agustus 13, 2008
Betapa bahagia hidup sebagai anak muda. Langkahnya ringan tanpa beban. Isi kepalanya cuman main, dandan dan senang2. Mereka hidup bebas seperti burung di angkasa. Kalau malam minggu tiba, mereka berjajar di trotoar atau jalan2 dengan pacarnya. Pulang sekolah nongkrong di selasar Mayofield Mall, atau kongkow di Kentucky Fried Chick. Perlu Uang? Tinggal merengek dan menodong orang tua. Betapa Bahagia.
Begitulah hidup anak muda.! Tapi anak muda yang mana? Anak muda hedonis lah yang seperti itu. Sungguh memalukan jika anak muslim seperti itu. Anak muda Islam hidup dalam Intelektualitas bukan kebodohan. Anak muda Islam hidup dalam perjuangan bukan kemanjaan. Anak muda Islam hidup dengan ketaatan bukan kegilaan. Anak muda Islam berdiri di atas jalan perlawanan bukan ketundukan. Di dalam perlawanan terhadap penjajahan, di situlah kemerdekaaan. ORANG HIDUP AKAN MELAWAN JIKA DI TINDAS, MEREKA YANG TIDAK MELAWAN MAKA TELAH LAMA MATI.
Posted by: shaqi on: Agustus 13, 2008
Imperium komunisme di eropa timur telah lama hancur terpuruk. Kebesaran ‘The Red Bear’ Uni Sovyet pun telah tumbang amburadul. Terus tembok Berlin yang sangat legendaries, yang di bangun pasca perang dunia dua : Berlin Jerman Barat dan Berlin Jerman Timur, juga sudah di runtuhkan. Oleh barat, Amerika Serikat dan sekutunya peristiwa-peristiwa di atas di anggap sebagai kemenangan Dunia Bebas, Demokrasi dan HAM yang katanya (inget baru katanya) pengen ngediriin dunia baru yang damai dang ga ada paksaan yang udah ngalahin ke diktatoran, penindasan dan rezim represif penyebab tirani ini (rezim sosialis). Benarkah demikian? Kenyataanya tidak, semuanya gombal, apanya yang dunia baru justru itulah penyebab tirani baru-baru ini. Oleh karena itu please open your Eyes, open your Mind. Mungkin Imperium Komunisme di Eropa Timur dan Uni Sovyet memang gak lagi berdaya. Boleh jadi Perestroika memang telah menghancurkan sendi-sendi Marxisme di Sovyet. Namun barat, yakni Amerika Serikat dan Friends, malah makin edan lho, mereka gak tanggung2 meniru habis kelakuan rezim represif, kediktatoran, tiranik, dan kekekjaman (Konyol gak tuh), khan udah tau kejam, represi, and dictator, lho kok di ikutin) terus apa buktinya? Salah satunya adalah pembangunan Tembok Pemisah, lewat tangan Zionis-Israel, yang berdiri angkuh membela tanah Palestina.
Tembok pemisah dengan ketinggian delapan meter ini, dua kali tinggi tembok berlin loh, tapi di bangun secara illegal di atas Negara berdaulat bernaman Negara Palestina, membujur sepanjang 730 kilometer. Tembok pemisah yang di bangun tentara teroris Zionis-Israel ini memakan biaya yang sangat besar yang tidak pernbah di umumkan ke public jumlah total biaya pembangunannya. Sekadar untuk biaya perawatanya aja, perkilometer tembok menghabiskan dana sebesar US$3.4 miliar! Jika anda mencoba menghitung jumlah uang ini dan di kurskan ke rupiah dengan kalkulator biasa, maka bisa di pastikan kalkulator tersebut akan berasap dan terus meleldak, karena gak akan sanggup menghitung. Terus dari mana ya, sumber pembiayaan yang begitu fantastis tersebut berasal? Mengingat Zionis-Israel merupakan satu2nya negeri yang tidak terlalu mementingkan pertumbuhan perekonomian dan terlalu sibuk dengan pertumbuhan kekuatan militer, maka Israel lewat jaringan perusahaan2 Zionisnya yang tersebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia, merayu warga dunia agar mau membelanjakan uangnya membeli produk-produk pendukung Zionisme.
Dengan membeli produk pendukung Zionis tersebut, kita telah ikut menghidupi Zionis-Israel secara aktif. Silahkan anda pilih jalan hidup anda: tetap membeli produk2 pro zionis yang berarti anda ikut menghidupi zionis-israel dan membunuhi rakyat Palestina, atau mulai detik ini juga menyatakan STOP membeli produk2 tersebut yang berarti anda secara gak langsung telah turut berjihad membantu kemerdekaan rakyat Palestina dalam mengusir penjajah Zionis-Israel. Inilah kenyataan yang terjadi di depan hidung kita. Silahkan pilih, dan bersiaplah mempertanggungjawabkan segalanya masing2 di akhirat kelak. Wallahua’lam bishawab. [Necro_Mancer(Dari berbagai Sumber)]
(silahkan lihat produk pendukung Zionisme ini di www.inminds.Co.Uk tong hilapnya!!).
Posted by: shaqi on: Agustus 5, 2008
Jadi inget zaman dulu, saat saya masih duduk di bangku SMA. Terutama saat masih bergabung bersama habitat dakwah Remaja Mesjid. Ada beberapa temen akhwat tertentu yang karena kelebihannya jadi inceran para ikhwan (Wow..1), ya walau ga secara terang-terangan di proklamirkan, paling ngga pada faktanya, banyak ikhwan-ikhwan yang ngebet mau ngekhitbahnya (Upz..!).
Ceritanya, Dulu.. saya punya temen dan dia seorang akhwat, sebutlah namanya si X, parasnya cantik, kulitnya mulus, dakwahnya juga oce banget dan tutur bahasanya itu lho, wuih lemah lembutnya, orangnya juga ga banyak cing cong. Jadilah si X disegani beberapa ikhwan, termasuk sama ikhwan “papan atas” di Remaja Mesjid. Mereka sontak jadi ngeper, sama banjir keringat dingin kayanya kalo ketemu sama si X (emang ketemu hantu,hi..hi..). Si X katanya sih ga nyadar kalo ia udah jadi trend setter, ya memang si X ga salah sih kalo sampe ga nyadar, karena memang yang sebenernya mencap seseorang itu sebagai idola adalah lingkungan tempat ia berinteraksi, bukan dirinya sendiri. Tapi si X mau ga mau, ngaku ga ngaku sekarang dia udah di bikin sadar, kalo saat itu dia udah jadi idola salah seorang ikhwan “papan atas” di Remaja Mesjid (Wuih…Hebat..), pasalnya sang ikhwan udah punya niat mengkhitbah si X, ya walau ga koar-koar sampe semua orang tau, tapi beritanya udah sampe ke telinga si X. Akhirnya si X harus mengakui deh kalo sekarang dia udah jadi idola.
Akhwat idola kudu tetep Jaiz alias Jaga Izzah
Siapa juga yang ga bangga jadi akhwat idola. Tos mah geulis, pinter, shalehah, pinter, supel, dakwahna oge, siip lah. Di jamin dah jadi inceran banyak ikhwan. Hal yang sangat manusiawi. Akhwat za kalo udah ngeliat ikhwan yang cakep, body-nya proporsional, tinggi, putih, dakwahnya juga, siiip lah! Siapa juga yang hatinya ga kan membatin, bahkan tuk ikhwan ngadak-ngadak bisa jadi gunjingan para akhwat. Iya apa bener?! Nah buat kamu yang bernasib se-baex si X jadi idaman banyak ikhwan, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan biar ga muncul penyakit hati. Kalo kata mbak kholidah yang suka muncul di rubrik cewe only-nya permata itu lho-, hal2 itu di antaranya:
• Jangan geeran. Geer bisa bikin hati kita selalu berbunga-bunga dan akhirnya Cuma ngebayangin yang indah-indah za. Padahal hidup ga selamanya indah lho yang lebih parahnya lagi karna keseringan muncul virus Geer kadang Cuma bisa bikin kecewa kalo apa yang bakal di harapkan ngga tercapai.
• Jangan Sombong. Mentang-mentang punya wajah di atas rata-rata akhwat kebanyakan, truz bersikap riya’. Dan pilih-pilih temen, tar amalan kita kegerus abiz lho gara-gara sikap kita itu.
• Jaga Diri. Walaupun kamu-kamu udah nutup aurat dengan berkerudung dan berjilbab, tapi tetep za, di jalan masih banyak cowo2 jail, jangan sampe kamu jadi korban pelecehan (Ih, syerem..)
• Jangan So Jual Mahal. Biasanya nieh kalo sang akhwat udah nyadar kalo dia udah jadi idola, tuh akhwat suka jadi pilih-pilih pas dikhitbah sama ikhwan (ehm..), kadang sering nolak, karna dia fakir, pasti masih banyak ikhwan yang lebih cakep yang bakal ngekhitbah dia. Tapi jangan salah lho, gimana kalo semua itu jadi boomerang, yang ada dapetnya jadi standar za bahkan bisa sampe ga kebagian (sembako kalie…).
• Jaga Pesona. Jangan di obral abis-abisan. Mentang2 punya tampang di atas rata-rata, akhirnya CP (Cari Perhatian) sana sini, sering berkeliaran depan mata ikhwan padahal ga ada urusan yang urgen2 banget. Malu atuh. Lagian kasihan juga tuh ikhwan, hatinya bisa dag dig dug ga karuan, bisa ngotorin hatinya tuh. Inget lho, ikhwan juga manusia punya hati n perasaan.
N buat kamu yang punya kemampuan biasa-biasa za, ga usah minder lantas rendah diri, mentang-mentang ga jdi akhwat idola. Inget lho, bisa jadi seseorang di idolakan di hadapan manusia malah di hinakan di hadapan Allah, Na’udzubillah… Siapa sieh yang ga kenal sama Mustafa Kemal (yang belum kenal, kenalan dulu deh! Itu loh yang ngeruntuhin Daulah Khilafah Islam tahun 1924 M), sang “pahlawan” Turki yang di puja dan di puji abis-abisan, padahal justru dia adalah pengkhianat agama Allah SWT. Sama halnya dengan Karl Marx dan Hegel sang pencipta ide sosialisme dengan dialetika materialismenya yang di agungkan banyak orang, padahal dengan idenya itu, mereka telah membuat semua penganutnya anti Tuhan, mengingkari adanya Sang Pencipta, Allah SWT.
Jadi Moeslimah Dambaan Allah
Tentunya ga perlu syarat yang cem-macem. Ga harus cantik,tubuh proporsional, pinter. Juga ga butuh fotocopy KTP, foto ukuran 3X4 2 lembar, surat keterangan dokter, Curriculum Vitae.. (mo ngelamar kerja kalie…) Syaratnya easy banget, TAKWA. Gampang kan, buat jadi seorang akhwat yang di sayang sama Allah Cuma harus nurutin semua perintahNya n ngejauhin semua LaranganNya. Mau cari perhatian lantas tebar pesona sama Allah alias TP? Justru kudu banget! Caranya dengan banyak beramal Sholeh, bisa di pastikan Allah bakal merhatiin kita, waduh siapa yang ga bangga coba di perhatiin sama Allah, Sang Pemilik Jagat Raya, di jamin dah ngeleper. Allah berfirman (dalam hadist qudsi) anu hartosna “dan jika hambaku mendekat dengan berjalan, Aku mendekatinya dengan berlari. Jika ia melangkah sedepa, Aku melangkah sehasta”. So, selamat jadi moeslimah Idol dambaan Allah SWT. [Hasna Alifah]